JPPOS.ID || BENGKULU SELUMA – Kerusakan dua jembatan yang menjadi akses utama menuju Desa Cawang, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, hingga kini belum mendapat penanganan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma. Padahal, kedua jembatan tersebut merupakan urat nadi transportasi masyarakat untuk menuju pusat kecamatan, fasilitas kesehatan, sekolah, hingga ibu kota kabupaten.
Dua jembatan yang dimaksud yakni Jembatan Air Paungan di Desa Cawang dan jembatan penghubung di Desa Arang Sapat. Keduanya kini mengalami kerusakan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Di Jembatan Air Paungan, papan-papan kayu yang menjadi lantai jembatan tampak banyak yang lapuk, patah, bahkan berlubang akibat dimakan usia. Kondisi itu memaksa setiap pengendara sepeda motor maupun warga yang berjalan kaki melintas dengan penuh kehati-hatian.
Sementara itu, jembatan di Desa Arang Sapat yang menjadi satu-satunya akses penghubung menuju Desa Cawang juga mengalami kerusakan. Tidak adanya jalur alternatif membuat masyarakat tetap harus menggunakan jembatan tersebut meski risikonya cukup tinggi.
Kepala Desa Cawang, Wenra, mengatakan kerusakan kedua jembatan itu telah lama dikeluhkan masyarakat. Namun hingga kini belum ada langkah nyata dari pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan.
"Ya. Kami selaku pemerintah Desa Cawang mohon agar jembatan tersebut bisa segera diperbaiki. Karena itu adalah satu-satunya jalan keluar dari desa kami selama ini," kata Wenra saat ditemui, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, kondisi Jembatan Air Paungan sudah jauh dari kata layak. Bahkan, sebelumnya sudah ada warga yang menjadi korban akibat papan jembatan yang lapuk.
"Kalau lambat ditindaklanjuti, kami khawatir bisa menelan korban. Apalagi anak-anak sekolah juga setiap hari lewat di situ. Sudah pernah ada yang jatuh karena kayunya lapuk," ujarnya.
Wenra mengungkapkan, pemerintah desa telah berulang kali menyampaikan keluhan tersebut kepada berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Seluma, DPRD Kabupaten Seluma, pemerintah kecamatan hingga instansi terkait lainnya.
Bahkan, pada tahun 2024 lalu Bupati Seluma bersama sejumlah anggota DPRD Kabupaten Seluma sempat meninjau langsung kondisi Jembatan Air Paungan. Saat itu, masyarakat berharap akan ada pembangunan atau perbaikan permanen.
Namun, harapan tersebut belum juga terwujud. Perbaikan terakhir justru dilakukan secara swadaya oleh masyarakat pada tahun 2024 dengan mengganti sebagian papan yang rusak. Kini, papan-papan tersebut kembali lapuk sehingga kondisi jembatan semakin memprihatinkan.
Selain Jembatan Air Paungan, Wenra juga menyoroti kondisi jembatan di Desa Arang Sapat yang hingga kini belum pernah mengalami perubahan berarti sejak dibangun pada era 1990-an.
"Kenapa serasa balik lagi ke tahun 1945 dulu masyarakat ini. Mana pemerintah Kabupaten Seluma nih? Jembatan ini berdiri tahun 1990-an, sampai kini belum ada perubahan. Malah balik seperti tahun 1945-an ini. Susah masyarakat ini," kata Wenra.
Ia menegaskan, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat Desa Cawang untuk menuju berbagai layanan publik.
"Akses satu-satunya masyarakat Desa Cawang ke Arang Sapat ini. Mau ke kecamatan, puskesmas, ke SMP, ke kabupaten, jalan satu-satunya inilah. Mohon diperhatikan," ujarnya.
Merasa berbagai upaya yang dilakukan belum membuahkan hasil, Wenra mengaku mulai kehabisan cara untuk memperjuangkan perbaikan dua jembatan tersebut.
"Saya sudah ke sana ke mari mengadukan masalah jembatan ini. Sudah ke pemda, DPRD, kecamatan, dan berbagai pihak lainnya. Tapi sampai sekarang belum juga ada solusi," katanya.
Ia berharap Pemkab Seluma segera mengambil langkah nyata sebelum terjadi kecelakaan yang lebih fatal.
"Mungkin nanti tinggal mengadu ke Tuhan saja lagi. Nunggu ada korban jiwa dulu, baru pemerintah peduli," pungkas Wenra.