Pemerintahan

Pemkab Taput Perkuat Konservasi melalui Deklarasi Perlindungan Orangutan Tapanuli

RE
Redaktur JPPOS
2 menit baca
Pemkab Taput Perkuat Konservasi melalui Deklarasi Perlindungan Orangutan Tapanuli
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., saat menghadiri Sosialisasi Buku Saku Areal Preservasi yang diselenggarakan di Le Polonia Hotel & Convention, Medan, Jumat (19/6/2026).
Bagikan WA X FB

JPPOS.ID - Medan - Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., menghadiri Sosialisasi Buku Saku Areal Preservasi yang diselenggarakan di Le Polonia Hotel & Convention, Medan, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat konsep pengelolaan areal preservasi yang tidak hanya berorientasi pada konservasi, tetapi juga terintegrasi dengan pembangunan berkelanjutan. Buku saku yang disosialisasikan diharapkan menjadi panduan praktis dalam pengelolaan kawasan bernilai ekologis tinggi sekaligus sebagai penyangga ekosistem penting di Sumatera Utara.

Advertisement

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati menyampaikan bahwa sekitar 67 persen bentang alam Harangan Tapanuli berada di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara. Karena itu, pengelolaan kawasan preservasi harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, lembaga nonpemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan, menghormati masyarakat hukum adat, serta menjaga kearifan lokal.

Pada kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan Deklarasi Perlindungan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) dan habitatnya di Kabupaten Tapanuli Utara. Deklarasi tersebut memuat komitmen bersama antara lain :
(1) Perlindungan habitat dan koridor ekologis Orangutan Tapanuli di Harangan Tapanuli.
(2) Pencegahan alih fungsi lahan ilegal, perburuan, dan perusakan habitat.
(3) Penguatan koordinasi cepat BKSDA–Pemkab dalam konflik satwa liar.
(4) Penanganan orangutan yang masuk pemukiman (rescue, translokasi, pelepasliaran).
(5) Edukasi dan kampanye konservasi sejak dini melalui sekolah dan media.
(6) Integrasi konservasi dalam pembangunan daerah berbasis SDGs dan keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Wakil Bupati Pakpak Bharat, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, akademisi Universitas Sumatera Utara, serta sejumlah organisasi lingkungan hidup. (JPP/RT)

RE

Ditulis oleh

Redaktur JPPOS

Rekomendasi Untuk Anda Sponsored

Cari Berita

Tekan Enter untuk mencari atau Escape untuk menutup