JPPOS.ID || BENGKULU - Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat koordinasi dan pengawasan pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan kualitas makanan, keamanan pangan, serta kelancaran distribusi kepada masyarakat penerima manfaat.
Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, saat memimpin rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan Program MBG bersama Satuan Tugas (Satgas) MBG Provinsi Bengkulu di Ruang Rapat Merah Putih, Lantai II Kantor Gubernur Bengkulu, Jumat (30/10).
Rapat tersebut melibatkan sejumlah instansi dan lembaga terkait yang memiliki peran dalam pelaksanaan, koordinasi, serta pengawasan program MBG di Provinsi Bengkulu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Bengkulu, Dr. Nurjaeni, didampingi Kepala Regional Bengkulu, Iqbal Ramadhan. Turut hadir Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, selaku Wakil Ketua Satgas MBG, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Rapat juga dihadiri perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wilayah Bengkulu, serta Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Bengkulu.
Dalam arahannya, Herwan Antoni menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat sinergi dengan KPPG dan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan MBG berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah akan terus berperan aktif dan bersinergi bersama KPPG beserta seluruh jajarannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan Program Makanan Bergizi Gratis di Provinsi Bengkulu. Kita ingin program ini dapat berjalan dengan baik, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Herwan.
Ia juga meminta seluruh kepala OPD yang tergabung dalam Satgas MBG menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai kewenangan masing-masing, terutama dalam memperkuat koordinasi, pengawasan, serta memastikan mutu makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat.
“Saya minta seluruh jajaran pemerintah daerah, khususnya kepala OPD yang tergabung dalam Satgas MBG, untuk terus berperan aktif sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Kita harus bersama-sama menjaga kualitas dan mutu makanan bergizi gratis yang disalurkan di Provinsi Bengkulu, agar pelaksanaannya berjalan dengan baik, aman, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala KPPG Provinsi Bengkulu, Dr. Nurjaeni, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan terhadap pelaksanaan Program MBG.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah tidak hanya berupa keterlibatan dalam pelaksanaan dan sosialisasi program, tetapi juga melalui fasilitasi kantor bagi KPPG Provinsi Bengkulu beserta jajarannya di Jalan Indragiri, Kota Bengkulu.
“Kami sangat mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan. Selama ini pemerintah daerah sangat membantu kami dalam menjalankan sekaligus menyosialisasikan Program Makanan Bergizi Gratis di Provinsi Bengkulu,” ungkap Nurjaeni.
Ia menambahkan, fasilitas kantor tersebut sangat membantu pelaksanaan tugas KPPG, khususnya dalam melakukan pemantauan, pengawasan, dan koordinasi dengan dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di wilayah Provinsi Bengkulu.
“Alhamdulillah, fasilitas kantor yang diberikan pemerintah daerah di Jalan Indragiri ini sangat menunjang pekerjaan kami. Dengan adanya kantor tersebut, kami bersama staf dapat lebih optimal dalam melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan dapur-dapur SPPG yang ada di Provinsi Bengkulu,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut rapat koordinasi dan evaluasi, Herwan Antoni bersama Kepala KPPG Provinsi Bengkulu juga sepakat untuk melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur SPPG dalam waktu dekat.
Sidak tersebut direncanakan untuk memastikan secara langsung seluruh tahapan operasional berjalan sesuai standar, mulai dari penerimaan dan pengelolaan bahan pangan, proses pengolahan makanan, kebersihan dapur, hingga pengemasan dan pendistribusian kepada penerima manfaat.
Langkah pengawasan langsung ini menjadi bagian penting untuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan. Dengan demikian, program MBG tidak hanya menjangkau masyarakat penerima manfaat, tetapi juga memberikan jaminan bahwa makanan yang disalurkan layak, aman, dan sesuai dengan kebutuhan gizi.
Melalui penguatan koordinasi lintas instansi, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Satgas MBG dan KPPG berkomitmen melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kualitas pelaksanaan program sekaligus mendukung peningkatan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Heno.